Vonny Olivia Djumadi

*I stoped explains myself when i realize people only understand from their level of perception* Belajar, belajar, belajar.. Hidup adalah pembelajaran dan kita ...

Selengkapnya
Syukur Melapangkan Hati
Dok.pribadi

Syukur Melapangkan Hati

Pagi ini lagi kami mendampingi putri kami di salah satu RS tempat beberapa bulan ini kami berikhtiar untuk kesehatan putri terkasih. Disela penantian panjang antrian saya sempatkan bermain main dan berkenalan dengan beberapa orangtua pasien yang juga sedang menjalani pengobatan disini, ada yang mencuri hati sejak tadi. Seorang anak laki laki memakai topi kupluk coklat salur salur dan bermata jeli, mulutnya terus saja komat Kamit disisi ibunya seorang ibu muda yang saya kira usianya sekitar 25tahunan.

Namanya Iqbaal dia bilang, penderita hydrocepalus juga beberapa waktu lalu sempat terkena meningitis hingga sempat koma 4bulan, dibalik topi salur salur itu ada selang yang dokter sengaja tinggalkan saat operasi sampai belakang daun telinganya sampai ke dekat pinggangnya menuju hampir ke selangka kanannya, untuk memudahkan proses pembuangan cairan di otaknya saat pengulangan operasi tiap beberapa waktu disaat dibutuhkan dan cairan sudah terlalu menekan tempurung otaknya.

Anak tersebut riang menghafalkan surah Al Mulk dibibirnya, sambil memainkan bola kecil berduri duri ditangan kecilnya tersebut. Putri saya kagum menatap anak usia 6tahun tersebut, yang berjuang untuk kehidupannya sejak usia 2minggu kelahirannya (prediksi dokter atas kondisi tubuhnya hanya bertahan 2bulan saja), nyatanya Iqbaal berjuang di 6th kehidupannya. Iqbaal juga sering kehilangan memori nya, namun tidak dengan hafalan yang senantiasa dia lafal kan setiap hari kata ibunya. MasyaAllah, ibu Iqbaal juga bukanlah tipikal seorang Ummahat agamis tapi kelembutan sikap, juga tutur kata yang halus dan sopan serta kesabarannya dalam berjuang dan ikhlas menerima takdir Allah melalui anaknya di usia dia yang masih muda membuat saya semakin terpacu dan bersemangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dihadapanNya.

Ibu Iqbaal bilang pada saya " Ketika kita melapangkan hati bund, dan menjalani semua ketentuan Allah dengan tidak ada penolakan,, maka alam semesta saja berpihak pada kita dan bahu membahu pertolongan Allah datang dari arah yang tidak disangka sangka!".

Betapa luas pengajaranMu ya Robb yang kudapatkan dari pengalaman pengalaman kecil yang berharga kudapatkan dari sesama keluarga pasien disini yang sama sama berjuang demi kesehatan yang didambakan. Betapa rasa syukur yang luas menjadikan hati terasa lapang menjalani segala ujian dan musibah dariNYA.

Kemudian kugenggam erat tangan mungil putriku, menyalurkan seluruh energi positif yang terasa hangat sejak pertama perbincangan kami bersama ibu Iqbaal di lobby ruang tunggu Dokter spesialis neurologi di rumah sakit ini. Ku cium kening putri tersayang dan hatiku semakin kuat menapaki jalan yang merupakan bagian takdir yang Allah berikan untuk kami sekarang ini....

Alhamdulillah ala kulli haal. MasyaAllah kudapatkan samudera keikhlasan tak berbatas melalui tatapan mungil jiwa jiwa polos nan suci dihadapanNYA yang memperjuangkan hak hidup demi kesembuhan dan kesehatan mereka disini. Berkahi ya robbana semua perjuangan kami.

Menggenggam jemari mungil Putri Cahaya Mataku,

Vonny Olivia Djumadi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali