Vonny Olivia Djumadi

*I stoped explains myself when i realize people only understand from their level of perception* Belajar, belajar, belajar.. Hidup adalah pembelajaran dan kita ...

Selengkapnya

Teladan Ayub Alaihis Salam

Nabi Ayub Alaihis Salam adalah seorang utusan Allah yang namanya sering dijadikan contoh semesta alam akan kesabarannya dalam menyikapi ujian hidup ketika Allah menimpakan musibah bertahun tahun lamanya, sakit, kehilangan kekayaannya, anak anak keturunannya, ditinggalkan sanak keluarganya, karib kerabat dan handai taulan bahkan tetangga yang selama ini senantiasa disedekahinya. Dengan seorang istrinya yang menemani nabi Ayub Alaihis salam menjalani keterasingan ditengah pembuangan menjalani kehidupan penuh ujian dari Allah robbul Izzati. Sedikitpun Ayub tak pernah gusar, dia menerima segala ketentuan dariNya dengan ikhlas bahkan saat hendak beribadah Ayub yang membersihkan luka luka membusuk dari koreng ditubuhnya akan serta Merta mengembalikan belatung belatung yang dia keluarkan dari tubuhnya untuk dikembalikan diposisi semula sebab keikhlasan pada takdir dariNya dan nabi Ayub berbaik sangka padaNya bahwa binatang tersebut telah Allah atur jalannya untuk memakan apa yang menjadi hak nya dari tubuh nabi Ayub Alaihis Salam. Bahkan ketika Ayub alaihis salam akhirnya menghukum istrinya atas kesalahpahaman nya pada istrinya, nabi Ayub menyerahkan segala urusan pada robbNya.

Kisah indah tersebut adalah hikmah Anbiya yang menjadi kisah favorit putri saya 5bulan ini ketika sakit. Saat menjelang tidurnya dia akan berkata "Ceritakan lagi kisah nabiyullah Ayub Alaihis Salam bunda". Dan tanpa bosan dia akan mendengarkan dengan penuh semangat dan terpancar lah aura semangat dari matanya untuk mentauladani nabiyullah Ayub Alaihis Salam. Pernah dia berkata dipagi hari usai 3malam panjang kami menjalani malam terberat karena rasa sakit yang tak kunjung usai saat putri saya diopname beberapa waktu lalu. "Andaikan Allah mengizinkan Tata ya bunda,, memiliki sedikit kesabaran dari nabiyullah Ayub Alaihis Salam".

Hati saya kembali lagi berkeping keping, "Ya Muqollibal Qulub Tsabit qolbi Alla dinika".

Sudut mata saya panas menahan pedih. Bantu lah saya mengembalikan kepingan kepingan itu kembali dijalanMu ya illahi. Pelan kubalur sekujur tubuhnya dalam lantunan doa doa pengharapan padaNya. Pada Selaksa harap yang kubentangkan padaMu, ada bait keyakinan yang tak kusangkal bahwa Engkau ya Rahman mengasihi kami dengan kasih sayangMu yang tak ternilai. Kuyakin segalanya akan berganti dengan kebahagiaan yang Kau janjikan pada umatMu yang bersabar.

"Demi masa, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali mereka yang berpesan dalam kebenaran dan kesabaran". (Al-asr).

Tenanglah duhai jiwa,

Vonny Olivia Djumadi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

sakit adalah salah satu jala untuk kita memperingan kesalahan kita tetapi kadang kita memandang sebaliknya.

13 Mar
Balas

Aamiin ya robbal alamiin... Banyak hikmah dalam rasa sakit.. saat mulut kita senantiasa memohon ampunan padaNya pada saat bersamaan Allah mencuci dosa dosa kita.

13 Mar
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali